Bagaimana Perhitungan Zakat Harta dan Harta Apa Saja yang Wajib Dizakati? - BLOGalaxie.COM

ads

 Komunitas Blogger Depok
Headline News

Wednesday, July 26, 2017

Bagaimana Perhitungan Zakat Harta dan Harta Apa Saja yang Wajib Dizakati?

zakat harta

Zakat harta atau yang juga disebut dengan zakat maal merupakan zakat yang diambil dari harta benda yang kita miliki atau kita simpan. Dalam setiap harta yang telah mencapai nishabnya, maka diwajibkan bagi kita untuk mengambil sebagian darinya untuk dizakatkan. Hal ini dikarenakan terdapat hak para mutahik (orang yang berhak menerima zakat) di dalam harta benda yang kita miliki. Ada beberapa jenis harta yang harus dizakatkan sekaligus perhitungan zakat harta nya, yaitu:

1. Zakat perniagaan dan zakat profesi/penghasilan.
Setiap orang yang berniaga atau berdagang wajib menzakati barang dagangannya ditambah dengan uang kontan serta piutang yang masih memungkinkan untuk kembali. Besaran zakatnya adalah 2,5% dari pendapatan setelah dikurangi utang dan telah mencapai nishabnya yaitu 85 gram emas atau 20 dinar. Sedangkan zakat profesi diambil dari 2,5% dikalikan dengan penghasilan yang telah mencapai nishab minimal setara dengan harga 522 kg beras. Namun ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa nishab zakat profesi adalah 624 kg atau 750 kg beras.

2. Zakat pertanian dan hewan ternak.
Nishab zakat pertanian (tanaman dan buah-buahan) yaitu 300 sha atau setara dengan 930 liter bersih, apabila pertanian dialiri oleh air hujan atau sungai maka dikenakan kadar zakat senilai 10 persen, sedangkan apabila pertanian dialiri oleh air yang diambil dengan pompa, kendaraan dan alat angkut lainnya maka kadar zakat pertanian adalah senilai 5 persen. Zakat pertanian wajib dikeluarkan setiap kali panen. Sedangkan hewan ternak yang harus dizakati apabila telah mencapai nishabnya masing-masing, yaitu 5 ekor unta, 30 ekor sapi atau 120 ekor kambing.

3. Zakat rikaz, zakat emas dan perak.
Setiap penemuan harta benda yang terpendam dalam tanah seperti emas atau perak selama bertahun-tahun maka disebut dengan rikaz. Emas atau perak ini tidak memiliki hak kepemilikan sehingga wajib untuk dizakati, dengan hitungan sebesar 20% dari jumlah harta rikaz. Begitu juga apabila kita memiliki emas dan perak, maka hitungannya adalah 2,5% dari total keseluruhan harga emas yang kita miliki. Apabila telah mencapai nishabnya yaitu 85 gram emas atau perak murni 24 karat selama 1 tahun.

4. Zakat investasi dan tabungan.
Zakat investasi dikenakan pada harta yang kita peroleh dari hasil investasi, misalkan bangunan atau kendaraan yang kita sewakan. Maka besaran zakat yang harus dikeluarkan adalah sebesar 5% untuk penghasilan yang kotor dan 10% untuk penghasilan yang bersih. Demikian pula apabila kita memiliki tabungan atau simpanan, maka nishabnya sama seperti nishab zakat emas atau perak, yaitu 85 gram emas atau perak murni 24 karat dengan kadar zakat 2,5%.

Share This :

1 comment :

 

Top