Cara Menghitung Zakat dan Mengenal 3 Jenis Zakat - BLOGalaxie.COM

ads

 Komunitas Blogger Depok
Headline News

Monday, June 5, 2017

Cara Menghitung Zakat dan Mengenal 3 Jenis Zakat

cara menghitung zakat

Bagi umat muslim yang memang memiliki kemampuan secara ekonomi tentu menyadari akan kewajiban menyisihkan rezekinya untuk berzakat. Zakat yang Anda keluarkan berdasarkan syariat Islam tidaklah berat maka tidak perlu ragu untuk menunaikannya. Jenis zakat sendiri ada banyak dan cara menghitung zakat tersebut berbeda-beda maka perlu dipahami dengan baik agar tidak keliru. Beberapa jenis zakat membuat seorang muslim diwajibkan menunaikannya sampai tuntas sesuai dengan nishab. Namun ada pula jenis zakat yang sifatnya menjadi tidak wajib sehingga bisa dibayarkan seikhlasnya. 

Kenali Jenis Zakat Dan Cara Perhitungannya 

Muslim yang kaya ketika menyadari kewajibannya membayar zakat akan membantu muslim lain yang membutuhkan dengan kekayaannya tersebut. Manfaatnya tentu saja harta yang dimiliki akan memberikan manfaat bagi orang banyak bukan untuk diri sendiri. Berzakat juga membantu membersihkan harta yang Anda miliki sehingga murni menjadi hak milik Anda setelah dikurangi hak milik muslim lainnya. Memahami point ini terbilang penting untuk membantu menciptakan hubungan baik antar sesama muslim tidak peduli status sosialnya. Perhatikan beberapa jenis zakat berikut dan cara perhitungannya agar tidak keliru: 

1. Zakat fitrah, 
Zakat satu ini hukumnya wajib dan dibayarkan saat hari Idul Fitri, dan perhitungannya terbilang paling mudah dibanding zakat jenis lainnya. apabila memakai satuan liter maka terhitung satu orang perlu mengeluarkan zakat fitrah dengan beras sebesar 3.5 liter. Jika dibayar dengan uang tunai maka 3.5x10.000 (harga beras per kg), maka membayar Rp 35.000. Sementara untuk perhitungan dengan berat maka per orang membayar fitrah beras 2.5 kg, jika diuangkan maka membayar Rp 25.000 karena 2.5x10.000 seperti rumus memakai satuan liter. 

2. Zakat maal, 
Zakat satu ini berlaku untuk semua jenis kekayaan yang dimiliki oleh seorang muslim, baik harta dalam bentuk tabungan, deposito, hasil ternak, hasil pertanian, emas, dan harta temuan. Perhitungannya memiliki nishab yang berbeda-beda sehingga perlu dihitung satu per satu dan tidak dapat digabungkan. Artinya jika memiliki simpanan emas sekian gram maka perhitungan zakat maal nya di pisah dengan perhitungan zakat kekayaan berupa tabungan di bank. Perhitungan nishab penting dilakukan untuk mengetahui apakah Anda wajib membayar zakat atas harta tersebut atau tidak. 

3. Zakat profesi atau penghasilan, 
Zakat profesi merupakan jenis zakat yang diperhitungkan berdasarkan jumlah gaji yang diterima dalam satu tahun. Namun untuk mempermudah perhitungan maka menggunakan nilai gaji per bulan yang diterima lalu dikalikan dengan 2.5%. Kecuali untuk hasil pertanian karena Anda berprofesi sebagai petani maka presentase yang dipakai berbeda, yakni sebesar 5%. Pembayaran zakat satu ini memang masih menjadi perdebatan akan tetapi mencoba membayarnya tentu tidak akan rugi sebab niatnya memang untuk membersihkan rezeki yang diterima sekaligus berbagi. 

Share This :

Post a Comment

 

Top