Paket Wisata Pulau Lembata Flores Timur - BLOGalaxie.COM

ads

 Komunitas Blogger Depok
Headline News

Friday, November 28, 2014

Paket Wisata Pulau Lembata Flores Timur

Paket Wisata Pulau Lembata Flores Timur

Lembata adalah salah satu nama dari gugus kepulauan di Kabupaten Flores Timur yang sudah memasyarakat sejak tahun 1965. Tetapi sebelum dikenal dengan nama Lembata, dahulu pada masa pemerintahan Hindia Belanda hingga kini dikenal dalam peta Indonesia dengan nama "Pulau Lomblen". Pada tanggal 24 Juni 1967 dilaksanakan Musyawarah Kerja Luar Biasa Panitia Pembentukan Kabupaten Lembata yang diselenggarakan di Lewoleba yang kemudian mengukuhkan nama Lembata. Pengukuhan nama "Lembata" ini sesuai sejarah asal masyarakatnya dari pulau "Lepanbatan", sehingga mulai 01 Juli 1967 sebutan untuk penduduk yang semula "Orang Lomblen" berubah menjadi "Orang Lembata".

Pulau Lembata terdiri dari dua sub kultur yakni Lamaholot dan Kedang. Penduduk Kabupaten Lembata berjumlah 95.060 jiwa yang terdiri dari 52.221 perempuan dan 42.839 laki-laki dan tersebar di 117 desa (BPS Kabupaten Lembata, Juni 2002). Secara topografis kemiringan pulau Lembata berkisar antara 0-75% dengan kondisi iklim yang bertipe D (3-4 bulan musim hujan dan 7-8 bulan musim kemarau). Pada bulan-bulan kemarau pulau ini sangat kering dan gersang. Pulau ini hanya ditumbuhi oleh hutan padang sabana dan belukar. Pulau ini juga sangat rentan terhadap bencana karena berada pada jalur lempeng bumi yang bergerak sehingga memiliki gunung api yang masih aktif (Ile Ape) baik di darat maupun di laut (selatan pulau Lembata).

Meskipun demikian pulau Lembata menyimpan sejuta kekhasan budaya dan obyek wisata daratan dan bahari. Budaya menangkap ikan Paus di Lamalera dengan menggunakan perahu dan alat tangkap tradisional adalah obyek wisata bahari sekaligus wisata budaya paling menarik. Setiap orang dapat menyaksikan bagaimana ketangkasan para nelayan Lamalera dalam upaya menangkap jenis ikan besar (paus) yang penuh dengan risiko tinggi bahkan mengacam diri mereka sendiri. Untuk itu mereka biasanya melakukan upacara ritus sebelum turun ke laut.

Selain itu masyarakat pulau ini memiliki sistem perekonomian tersendiri dalam bentuk mekanisme pertukaran lokal yang dikenal dengan sebutan Gelu Gore (Lamaholot)-Kelung Lodong (Kedang). Sistem pertukaran ini sangat khas, terutama di tiga wilayah kecamatan yang diambil sebagai contoh untuk menggambarkan seluruh komunitas Lembata. Ketiga wilayah komunitas itu adalah kecamatan Ile Ape yang jumlah penduduknya 14.370 jiwa (8.308 perempuan dan 6.062 laki-laki) dengan jumlah 3.651 kk yang tersebar di 21 desa. Kecamatan Buyasuri yang jumlah penduduknya 17.839 jiwa (9.823 perempuan dan 8.016 laki-laki) dengan jumlah 4.341 kk yang tersebar di 18 desa. Berikut, kecamatan Wulandoni yang jumlah penduduknya 7.493 jiwa (4.072 perempuan dan 3.421 laki-laki) dengan jumlah 1.964 kk yang tersebar di 
11 desa.
Share This :

Post a Comment

 

Top